Seseorang Yang Menjadi Ruang Untuk Bicara

Hallohaaa!

Basa basi banget gak sih kalau saya nanyain “gimana puasa kalian”? hahaha palingan jawabannya “alhamdulillah lancarrr..” standar. Lagian saya gak akan mengawali tulisan dengan pertanyaan itu sih. Saya mau nanya yang lain. Buat yang udah follow blog ini dari tahun 2013, pernah ingat tulisan #3 Discuss Being Single ini? Lupa ya? Yauda gakpapa, dibaca lagi aja da saya mah apa atuh :( hahaha disitu saya membahas tentang single, saya juga membahas kalau menjadi single itu kadang merasa sepi. Cuma aja banyak orang yang gengsi gakmau mengakui itu. Terus hubungannya sama tulisan yang sekarang apa? Yaaa hampir-hampir mirip lah, secuil.

Btw, tulisan ini panjang, lebih dari 700 karakter dan tanpa foto. Kalau malas baca, klik close aja. Kalau mau baca, mudah-mudahan waktu kalian sedang santai dan tidak mengganggu aktivitas.


Beberapa bulan lalu, akhirnya saya menyelesaikan kuliah saya. 4,5 tahun dengan lulus paksaan dari dalam diri dengan alasan “capek kuliah dan gak mau lulus sama adik kelas” hahaha iyalah kalau selesai kuliah 5 tahun udah pasti ada adik kelas yang nyangkut ikutan lulus bareng. Sialan kan? Makanya sebagai generasi anti lulus bareng sama adik kelas, saya menyegerakan semua urusan perkuliahan :P :P :P

Setelah lulus dan menerima ijazah, saya gak ngejar kerjaan. Saya malah belum pernah ngelamar pekerjaan secara serius. Kalau teman-teman saya udah ngelamar pekerjaan sampe puluhan dan ratusan kali, saya cuma dua kali. Alasan saya gak ngelamar kerja adalah karena saya gakmau kerja kantoran yang terikat oleh waktu. Dari pagi sampe sore. Dari pergi ketemu macet sampe pulang ketemu macet. Sejak SD sampe kuliah saya udah terikat oleh waktu, oleh jadwal yang sebenarnya ditentukan sama orang lain, bukan sama saya sendiri.

Terus sekarang kerjaan saya apa? Kerjaan saya bersyukur, terus kalau kata Pidi Baiq, kantornya di bumi, bosnya Allah. Hehehe.

Awal-awal lulus, orang tua (ortu) saya gak respect sama apa yang ada dipikiran saya. Mereka ingin anaknya cari kerja, kerja di kantor, yaaa standar macam anak-anak dari teman-teman ortu lain nya. “tuh si itu kerja di bank” “tuh si itu kerja di kantor X”. Belum lagi ortu juga mikirnya “terus ngapain cape-cape kuliah kalau ilmu nya gak dipake? sia-sia banget”. Jawaban saya saat itu adalah, gak ada hal di dunia ini yang sia-sia. Ya, termasuk dengan apa yang saya pernah lakukan, kuliah misalnya. Lagian, kata siapa gak kepake? Kepake banget! Cuma aja, saya gak mengaplikasikan nya di kerja kantoran.

Orang-orang sekitar juga nyinyir. Ada sebagian teman, sahabat, atau saudara yang oke-oke aja, tapi ada juga yang nyinyir seolah-olah saya bego melakukan dan memilih jalan ini.

Jalan apa emangnya? Heee baca juga ini #6 Job. Tulisan tahun 2013, isinya jalan pikiran saya tentang bagaimana pekerjaan saya kelak. Sekarang, setelah dua tahun menulis itu, pemikiran saya tetap sama. Saya gak mau kerja kantoran dan saya mau berbisnis, saya mau berdagang. Kaya Rasululllah.. subhanallah yaaa.. *fasya pencitraan* hahaha terlepas kalau dulu Rasul berdagang, saya memang ingin berbisnis, mengatur waktu oleh diri saya sendiri, dan tentu saja, saya punya waktu lebih banyak untuk explore hal-hal lain yang saya suka diluar berbisnis.

Tapi, ya itu, gak semua orang mengerti dan menerima apa yang ada dipikiran saya.

Iya, kehidupan setelah lulus kuliah memang levelnya naik, saya juga ngerasa ada banyak hal yang ingin saya share dan saya diskusikan dengan orang lain, orang yang tepat, pas dan bisa dipercaya. Dimana kita bisa mengatakan hal-hal apa saja yang terlintas dibenak ataupun hal-hal apa saja dari yang penting sampe gak penting.

Flashback sedikit…

Tahun ini, hubungan pribadi saya gak lancar. Saya percaya Tuhan adil, memang Ia gak melancarkan semua keinginan saya tapi saya dikasih kelancaran di hal yang lain. Seperti ; urusan kuliah saya lancar dan kesempatan umrah yang lancar.

Saya sedih dan akhirnya kehidupan saya berlanjut sampai hari ini. Cuma ya itu, setelah berbulan-bulan lulus kuliah ini saya merasa semakin banyak hal yang gak bisa saya pikirkan sendiri. Ya, memang ada Tuhan, ada teman, sahabat, juga keluarga. Saya juga gak maksud untuk menomerduakan Tuhan. Hanya saja, saya yakin semua orang butuh ini. Orang yang pemikirannya gak jauh dari diri kita dan bisa menerima kita untuk berbicara apa saja, diskusi apa saja, bahkan membahas hal-hal yang sampah sekalipun.

Katakan saja bahwa saya kehilangan sosok itu. Ya, katakan saja seperti itu.

Untuk menemukan orang yang tepat dan pas diajak bicara adalah hal yang sulit. Saya termasuk orang yang bawel. Saya bisa sharing dengan teman, sahabat, keluarga, bahkan orang yang baru dikenal. Tapi semua punya kapasitas, semua punya batasannya. Gak semua hal bisa di share dengan teman, juga gak semua hal bisa di share dengan sahabat, dan gak semua hal bisa di share dengan keluarga. Diri kita sendiri yang bisa menemukan batasnya, diri kita sendiri yang bisa mengobservasi bagaimana orang yang kita ajak sharing.

Bohong rasanya kalau ada yang bilang bahwa mereka ga butuh “seseorang yang menjadi ruang untuk bicara”. Saya yakin semua orang pasti membutuhkan dan dibutuhkan untuk itu. Bahkan yang sudah berpasangan pun butuh mengobservasi ulang apakah si pasangan ini tepat diajak bicara atau sekedar tepat diajak punya status. Sebenarnya “seseorang yang menjadi ruang untuk bicara” ini bisa siapa saja tergantung diri kita sendiri, cuma buat saya sih pasangan/teman hidup, lebih baik dipilih sebagai seseorang yang menjadi ruang untuk bicara. Alasannya simple aja sih. Kelak, kita dan pasangan akan hidup bersama setiap harinya, dalam satu rumah, semenjak bangun tidur sampai menuju tidur, semenjak bau jigong paginya sampe bau ketek malemnya, akan ada banyak hal yang dibicarakan setiap harinya. Dari penting sampe gak penting, dari serius sampe gak serius, dari yang cuma terlintas dibenak sampe yang mengganjal dihati. Hehehe seperti ituuuuh~

Btw, buat semuanya yang beneran baca sampe sejauh ini, terimakasiiiiih. Ternyata tulisan ini bukan 700 karakter looooh tapi 1000 karakter hahahahahahahaha #ketawangeselin. Amit-amit hih panjangnya :( saya juga pegel ngetiknya. Yauda ya, wasalam~

Nb :
Sekarang ortu saya sudah mendukung apa yang menjadi pilihan saya dan tulisan ini murni pemikiran serta cerita tentang diri saya sendiri. Saya bukan maksud mengkotak-kotakan bidang pekerjaan. Kerja kantoran, bisnis, atau apapun, semua adalah pilihan dari diri kita sendiri. Ada yang lebih suka terjadwal, ada yang engga. Semuanya sama-sama baik, semuanya sama-sama cari uang dan kesenangan. Maaf juga kalau tulisan saya cenderung sok tahu, saya mah cuma anak kemarin sore aja, kak, om, tante :(

Dingin-dingin Cihuy di Grafika Cikole

Halloooo..

Seminggu sebelum puasa ramadhan, saya dan teman-teman menyempatkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan di outdoor dan refreshing di salah satu tempat camping di Bandung. Berangkatlah saya dan empat orang lainnya ke Grafika Cikole, Lembang, Bandung. Kita mau camping? Iya, tapi gak pake sewa tenda. Tapi sewa villa kayu. Penasaran gak? Baca sampai selesai yak hehehe :P

Grafika Cikole ini memang tempat untuk camping ceria dan outbond. Fasilitas disana sudah cukup baik, memudahkan pengunjung dalam segala hal. H-2 sebelum berangkat, kita udah booking dan udah transfer untuk biaya sewa. Kita check in jam 2 siang, dan check out untuk besoknya jam 12 siang. Sejak pagi pas kita mau berangkat, cuaca udah mendung. Saya siapin bawa jaket dua dan bawa payung. Emang saya anaknya ribet, tapi prepare. Daripada santai, tapi nantinya ngeluh.

Di Grafika Cikole ini dikelilingi hutan pinus, damar, cemara, dll, ada area outbond, area bermain anak, area penginapan (tenda atau villa kayu), di sekitar area penginapan ada tempat untuk api unggun komplit dengan kayu-kayu panjang untuk alas duduk. Buat yang memilih camping, sudah tersedia juga toilet yang cukup bersih untuk digunakan. Buat yang memilih villa kayu, toilet sudah ada di dalam dan ada air panas. Cihuuuuy~ nginep dihutan, kedinginan dan ada air panas hahaha. Kalau mau jajan-jajan, tenang aja di sekitar penginapan ada warung 24 jam yang siap sedia nemenin kalian kalau butuh sesuatu.

Hari pertama

Saya dan teman-teman datang jam 11an, niatnya ngerjain kerjaan dulu baru check out. Baru setengah jam sampe sana, byuuuur hujaaaan deraaasss. Langsung aja kita melipir ke tempat yang bisa untuk neduh. Inginnya sih melipir ke villa karena kita kedinginan, tapi apa daya karena check in harus jam 2 siang. Setelah hujan reda dan udah menuju jam 2, kita lari-lari-lucu menuju mobil untuk ambil ransel masing-masing dan menuju ruangan receptionist untuk ambil kunci villa.

Akhirnya kita istirahat dulu di villa sambil nunggu hujan bener-bener berhenti baru bisa keluar untuk lanjutin kerjaan dan jalan-jalan. Di dalam villa kayu ini, sama seperti penginapan pada umumnya, tersedia tv, dispenser, shower air panas, perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, sabun, sampo), dan tentu kasur empuk dan selimut tebal. Villa nya juga bisa milih ada yang pake balkon atau engga. Fasilitas di dalamnya tetap sama.

Pilihan villa kayu tanpa balkon cocok untuk anak-anak, didepannya banyak patung-patung lucu. Nginep disitu berasa lagi main di film The Hobbit. Foto-fotonya ada dibawah ini ya.

Processed with VSCOcam

Rumah Kayu Tanpa Balkon

Villa Kayu Tanpa Balkon

Villa Kayu Plus Balkon di belakangnya

Villa kayu plus balkon di belakangnya

Balkon tetangga :P

Balkon tetangga :P

View depan balkon, segerrr

View depan balkon, segerrr

Tempat untuk api unggun

Tempat untuk api unggun

Selfie

Selfie

Processed with VSCOcam

Setelah check in dan ishoma (istirahat, sholat, makan) akhirnya kita keluar villa buat foto-foto dan nongkrong di hutan. Siapa tau ada tetangga di villa sebelah yang kece, atau gak akang-akang ditenda camping yang nyari ketenangan dihutan, mungkin mereka-mereka available untuk dibawa pulang hahaha.

Sehabis hujan di Grafika, hawanya bener-bener dingin. Buat jalan-jalan keluar juga dingin. Diem di villa juga sama dinginnya. Menuju malam tentu aja semakin dingin. Selesai magrib, saya dan teman-teman keluar dari area grafika buat cari makan malam. Balik lagi ke Grafika jam 8an, dilanjut meeting dan ngobrol ngalor ngidul. Nah kalau malam, kita dapat fasilitas api unggun dan jagung yang bisa dibakar sendiri. Jadi pas banget, malem-malem di grafika bisa makan jagung bakar, ditemenin api unggun, makan cemilan dan minum-minuman hangat. Seru!

Hari kedua

Pagi hari buat mandi bener-bener harus ngumpulin niat dan tekad yang kuat, karena super dingin dan mager (malas gerak). Inginnya leha-leha di kasur sambil selimutan. Setelah ngumpulin kekuatan untuk mandi, akhirnya kita mandi dan siap-siap keluar villa buat makan pagi. Dapat fasilitas makan pagi juga nih. Menu nya macem-macem, bubur, nasi goreng, telur goreng, bakwan, tumis sayur, roti, surabi, susu, dan orange juice. Tinggal dipilih mau yang mana.

Beres makan, kita jalan-jalan dan foto-foto lagi di sekitaran grafika. Hari ini cuaca panas, beda banget sama kemarin. Gak dingin lagi jadinya, panas tapi teduh karena banyak pohon.

Processed with VSCOcam

Processed with VSCOcam

Geng susah mandi kecuali saya hahaha

Geng susah mandi kecuali saya hahaha

Processed with VSCOcam

Selesai jalan-jalan, foto-foto, beresin kerjaan, akhirnya kita balik lagi ke villa buat packing dan persiapan check out. Maximal check out jam 12an, kita udah check out jam 11.30-an. Sebelum menuju mobil, kita ngambil “welcome drink” dulu. Kemarin kita dapet kupon welcome drink pas dateng, tapi belum dituker kuponnya. Akhirnya kemarin pas pulang kita tuker kupon dulu, siang-siang dapet minuman jus strawberry rasanyaaaa nyesss nikmat. Alhamdulillah. Selesai ngembaliin kunci, akhirnya kita meluncur pulang dan menembus kemacetan jalanan kota Bandung. Yihaaaaaa!

INFO :

Grafika Cikole
Jln Raya Tangkuban Perahu km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Telf : 022-2786906
Website : http://grafikacikole.com/

Harga :
Sewa tenda camping 460.000 (termasuk tax and service)
Sewa villa kayu kapasitas 6 orang 920.000 (termasuk tax and service)
Harga lainnya, bisa dicek di website yang tertera diatas. Lengkap!

Nb :
– Bawa jaket karena hawa disana dingin
– Bawa payung untuk jaga-jaga takut hujan
– Bawa cemilan dan minuman hangat (popmie, teh, coklat, kopi, snack)
– Bagi yang sewa villa kayu, gak perlu bawa handuk dan peralatan mandi
– Bagi orang Bandung, sebelum booking, lebih baik kesana dulu aja untuk survey
– Bawa stop kontak biar ngecharge hp atau kamera gak rebutan sama yang lain

 

Kepala – #puisimalam @nulisbuku

1.
Semua isi kepala akan terbawa tidur
Esok, adalah ketidaktahuan semesta
Siapa yang terbangun atau terkubur

2.
Tanya dalam kepala
Jawab dalam hati
Lakukan dalam nyata
Seperti itu, tak terjangkau banyak rasa

3.
Rindu selalu tersisa
Kepala menolak, hati merasa
Berlalu, begitu, hingga tua tak bersama

4.
Kepala sudah dipotongnya
Bagian lain menunggu dipisahkan karena hidup sudah terlalu banyak menyatu dalam palsu

5.
Matamu aku rindu
Menjelaskan rahasia dalam kepalamu yang tak pernah ku tahu

6.
Di adu saja seperti biasa ; antar kepala
Pagi hingga pagi, malam hingga malam
Tanpa tawa juga rasa percaya

7.
Diam-diam relung bicara
Diam-diam mata mencari
Diam-diam kepala menunduk
Menunggu peluk

8.
Tentangmu sudah ada diluar kepala
Terbawa angin, hujan, mengering sendirinya terjemur matahari, lalu terganti

 

Nb : Puisi-puisi yang pernah saya tweet di #puisimalam dengan pilihan satu kata “kepala” dari akun twitter @nulisbuku.

 

Jajanan Kreatif Anak Muda Bandung

Hallooooo. Udah pada makan belum? Sini kita jajan-jajan dulu ala jajanan kreatif anak muda Bandung! #ashek buat yang belum makan, saya saranin makan dulu aja baru baca postingan ini hahaha. Jadi, ada jajanan apa aja? Enak apa engga? Dimana tempatnya? Kreatif nya sebelah mana? Oke mari kita mulai makannya nulisnya.

1. DIMSUMSOE
Jreeeeng! Pasti langsung keingetan sama iklan rokok kan? Hahaha plesetan ini memang keren dan ternyata gampang di ingat oleh konsumen. Dimsumsoe ini adalah first dimsum food truck di Indonesia. Iya, memang beberapa tahun terakhir food truck punya keunikan sendiri dimata pencinta kuliner. Saya sendiri tau sejak beberapa taun lalu, di Bandung udah banyak food truck begini. Biasanya suka ada di event-event yang ada di Bandung, event kampus, event fashion, event kuliner, ataupun event lainnya. Kalau gak ada di event, mereka suka nongkrong di salah satu sudut kota Bandung. Sampe akhirnya beberapa bulan kemarin, satu persatu ada yang punya tempat nongkrong tetap. Nah tapi si food truck nya tetap diajak jalan-jalan kalau ada event, begitu pula Dimsumsoe ini.

Sebagai pecinta dimsum, saya cukup sering beli dimsum ini. Dari mulai pas ada event, dateng ke tempat nongkrongnya, atau juga beli frozen dimsum nya untuk dibawa pulang. Pertama kali order frozen dimsum untuk delivery, ternyata owner nya satu kampus sama saya cuma beda fakultas aja. Wehehehe jadilah delivery nya gak jadi dan jadinya ketemu dikampus.

Gimana rasanya dimsumsoe ini? Enak, nagih, dan butuh banyak porsi untuk kenyang hahaha. Saran saya untuk dimsumsoe, adain menu all you can eat dimsum. Pasti lebih cihuy :D

Frozen Dimsum

Frozen Dimsum

Info Dimsumsoe :

Kawasan 27 – Jalan Sultan Agung no 27
Instagram : @dimsumsoe
Harga : 15K/porsi – 50K/pack frozen dimsum

2. STRUDELISH
Apa coba ini? Ada yang udah pernah denger? Saya sendiri belum pernah… baru denger pas sahabat saya nyuruh saya icip tester satu makanan yang akan dia jual, ya ternyata jadilah si strudel ini dengan nama brand strudelish. Strudel ini sejenis pastry berlapis yang isinya macam-macam. Paling sering ditemukan sih apple strudel. Jadi isinya itu buah apel. Rasanya manis dan bentukannya padat. Padat karena gulungan lapisan nya ini emang banyak, berlapis-lapis, ratusan… Nah si strudelish ini hadir sejak 2014 dengan mengawali 3 rasa yaitu apple strudel, banana strudel, dan chicken strudel. Setelah hadir hampir setahun, sebulan kemarin, strudelish mengeluarkan 3 rasa barunyaaaa yaitu oreo strudel, beef strudel, dan durian strudel. Yaaaaaammm..

Setiap pack nya akan ada saus-saus yang segar untuk nemenin strudelnya. Kalau strudel yang manis dikasih saus vanila, kalau strudel yang asin dikasih saus mayonnaise + saus sambal. Saran saya sih, kalau beli oreo strudel, beli eskrim deh.. makannya disatuin, enyaaaks!

Saya sendiri udah nyobain beberapa rasa, chicken, banana, apple, oreo, nah yang belum beef dan durian. Kalau beef emang belum cobain kalau durian emang gakmau nyobain. Iyalah, orang gak suka -___- nah kamu suka rasa yang mana? Pilih sendiri ya. Jangan lupa bayar :P

Oreo Strudel

Oreo Strudel

Info Strudelish :

Instagram : @strudelish
Daerah Bandung bisa COD atau delivery order
Luar Bandung (khusus Jawa Barat) bisa menggunakan travel dengan mininum order. Kenapa mereka pake travel? Karena ini pastry, jadi mereka kurang yakin kalau menggunakan jasa pengiriman lainnya. Takut pas nyampe udah amburadul hehehe.
Harga : 35K – 50K (pack kecil, 6 pcs), 65K – 95K (pack besar, 12 pcs)

3. MAKAROMBLO
Sebagian pembaca blog saya pasti pernah tau ini… makaromblo, pedasnya sendirian. Makaromblo pernah jadi sponsor giveaway saya bulan Maret 2015. Berkat giveaway kemarin juga, jadi kenal sama salah satu owner nya. Mereka ini sekumpulan mahasiswa yang jomblo tingkat akhir yang iseng-iseng jualan snack makaroni karena berawal dari kesukaan mereka makan snack ini. Sampe akhirnya mereka kepikiran untuk jualan. Asik ya? Melakukan segala sesuatu berawal dari suka. Saya setuju dengan ini.

Nah kamu-kamu, mau jomblo atau engga, tetep aja kalau makan ini ngerasain pedasnya sendirian. Bedanya kalau punya pasangan, pas lagi pedes dikasih minum, dilapin keringatnya, disuruh berhenti makan kalau kepedasan. Kalau jomblo… ya gitu lah ya… jawab sendiri aja…

Makaromblo ini snack makaroni pedas asin yang ada dua level kepedasan. Ada yang level pedasnya setahun, ada yang level pedasnya sewindu. Saya sebagai pecinta pedas, nyobain level pedasnya sewindu sampe nangis-nangis tapi udah nangis, dimakan lagi dan lagi hehehe. Pokoknya nagih~

Info Makaromblo :

Instagram : @makaromblo
Daerah Bandung bisa COD/delivery/JNE
Luar Bandung pengiriman via JNE
Harga : 20K/toples

4. SKENYOT
Apa coba ini? Skenyot? Hahaha ini adalah es waktu zaman kita kecil dan makannya dikenyot. Kenyot ini bahasa apa sih? Indonesia atau sunda? Takut salah soalnya hahaha. Pokoknya dikenyot itu dimana wajah kamu pipinya ketarik kedalam dan bibir kamu monyong alias manyun hahaha. Skenyot ini ada banyak rasa yaitu rasa green tea, taro, oreo, strawberry, orange, cheese, mango, dan lain lain.

Pas kemarin order, ada kekecewaan yang saya rasakan karena pas saya order minta COD, mereka gak datang. Saya udah nunggu setengah jam, di chat gak dibalas, di telfon baru diangkat setelah saya nelfon beberapa kali. Sedangkan di chat pas hari sebelumnya dan beberapa jam sebelum COD, jawaban dichat hanya “oke” “oke” dan “oke” sampai ternyata jawaban “oke” nya itu gak datang. Akhirnyaaaaa jadinya diantar kerumah saya 2 jam kemudian dengan orang yang berbeda dan cukup ramah. Sebenarnya masalah kecil sih, cuma untuk masalah bisnis dan memperlakukan konsumen demikian tanpa permintaan maaf, buat saya sih yaaa mengecewakan. Apalagi chat dengan orang pertama yang gak datang itu adalah owner nya (wooow) sedangkan yang kerumah saya adalah divisi distribusi nya.

Eitssss dibalik kekecewaan ini, mereka cukup kreatif karena jajanan zaman kita kecil ini bisa dikemas lagi dengan unik. Mereka menjual ke anak-anak sekolah (kebanyakan SMA) karena memang penjualnya pun anak-anak SMA hehehe, katanya sih mereka baru lulus UN gitu. Info tersebut saya dapat dari yang mengantar orderan ini kerumah saya, namanya Odul dan teman yang diboncengnya. Terimakasih kalian, semoga sukses dan kuliahnya dilancarkan. Ini dia foto-foto dari Skenyoooot! Yuk dikenyot nyot nyot~

Info Skenyot :

Instagram : @skenyot
Sepertinya penjualan khusus di Bandung, soalnya bentuknya es, jadi cepat cair. Bisa delivery order juga untuk daerah Bandung.
Harga : Gatau berapa, mungkin 2,5-3K. Kemarin saya beli pas kebetulan promo 2K/pcs hehehe

5. SIOMAY WTF (What the Food)
Saya pecinta siomaaaay… tapi lebih cinta sama kamu Tuhan. Siomay wtf ini terbuat dari ikan tenggiri. Rasanya enaaak, saya dan teman-teman juga suka, cuma buat saya sih rasa saosnya asam jadi kurang yummy aja pas masuk mulut. Lebih enak malahan tanpa saus hehehe.

Saya cukup sering beli siomay wtf. Kalau beli siomay ini, saya suka beli banyak dan dibagikan ke teman-teman, ternyata mereka suka dan banyak yang bilang enak terus minta dibawain lagi *ga tau diri* :|

Owner siomay wtf ini masih kuliah, mahasiswa tingkat akhir juga. Asik kan tentu nya sebagai mahasiswa tingkat akhir, punya pemasukan uang tambahan sendiri, teman-teman suka dengan produknya, kita untung, mereka untung, semua senang. Itulah serunya berbisnis hehehe makanya saya lebih milih berbisnis dibanding kerja kantoran :P #curhat

Sumber : instagram @siomaywtf

Sumber : instagram @siomaywtf

Info Siomay WTF :

Instagram : @siomaywtf
Belum tau bisa keluar kota Bandung atau engga, kalau untuk daerah Bandung bisa COD/delivery order.
Harga : 5K/pack (isi 2 pcs)

Jadi…. kamu suka yang mana? Ya selain suka dia maksudnya #elah satu hal yang bisa dilihat dari kelima jajanan tersebut adalah kreativitas. Buat saya, mereka kreatif membuat sesuatu yang dikemas dengan menarik dan tentu berkesan dimata konsumen. Apalagi, owner dari semuanya juga masih muda-muda. Kita, kamu, pembaca, termasuk saya dan siapapun, jangan sampai lupa bahwa semua orang pasti bisa melakukan hal kreatif dari manapun dan apapun. Contoh diatas adalah teman-teman di Bandung yang ada di dunia kuliner. Itu baru sebagian kecil. Di Bandung ada banyak sekali seperti teman-teman diatas, jangan diubek soalnya pasti banyak hahaha. Mungkin selain di Bandung, di kota lain juga menemukan hal yang sama.

Yauda, sekarang, jadilah pribadi yang berani mengeluarkan ide-ide kreatif. Eits, jangan sampe lupa makan. Kiss kiss :*

Suatu Pagi di Tahura Juanda

Hallo semuanya,

Ada yang beda dari pagi di hari Minggu nya saya. Biasanya abis solat subuh, balik lagi ke kasur untuk tidur. Kali ini engga dooong #tumben. Saya mandi – cas-cis-cus  kemudian jam 6 meluncur ke Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (tahura Juanda) atau untuk orang Bandung mengenal dengan nama dago pakar. Ada apa disana? Ada hutan. Ngapain disana? Cari udara segar. Sama siapa kesana? Sama seseorang. Berapa orang? Berdua aja dong. Perempuan atau laki? Perempuan. Ah elah. Hahaha, namanya Mutia. Dia sepupu saya.

Tahura ini udah buka dari pagi, tapi gatau paginya jam berapa. Ada yang bilang jam 7, ada yang bilang jam 8. Tapi kemarin saya kesana jam 6.30 udah buka tuh hehehe. Ya mungkin abis solat subuh kali bukanya. Tapi kayanya gak buka 24 jam sih, ini hutan bukan minimarket :P Kayaknya sore atau menuju magrib juga udah tutup.

Saya sengaja pagi-pagi kesini emang pengen cari udara segar tapi gakmau banyak orang kaya CFD (car free day) atau lapangan olahraga lainnya. Selain disana sumpek karena banyak orang. Udara juga gak bersih karena orang-orang yang nongkrong banyak yang ngerokok. Polusi udara banget. Nah, singkat cerita setelah sampe ke tahura, saya beli tiket seharga 11.000/orang. Pas masuk, langsung tarik nafas dalam-dalam dan merasakan kesegaran yang hakiki laluuuuuuu.. teringat dengan tempat yang sepi dan gak ada gangguan khalayak ramai, baiklaaaaah lebih baik foto dulu dong biar pencitraan sepagi ini udah disini hahaha. Iyalah biasanya juga tidur -__-

Kalau kalian kesini ada banyak pilihan yang bisa dilihat. Ada goa jepang, goa belanda, penangkaran rusa, curug (air terjun) lalay, dan juga curug omas (maribaya). Dari tahura ke curug omas (perjalanan paling ujung) ditempuh dengan 5km, kalau mau jalan kaki udah ada jalurnya jadi aman. Perkiraan waktu perjalanan 2 – 3 jam. Kalau gak sanggup jalan kaki, ada banyak tukang ojek disini. Soal harga silahkan tawar menawar saja.

Perjalanan saya dimulai melewati goa jepang, terus lanjut jalan lagi dan ketemu goa belanda. Kalau kalian mau masuk, tinggal masuk aja dan minta diantar guide, sewa senter cuma 5rb, kalau kalian bawa senter sendiri, minta diantar aja lalu bayar sukarela ke guide nya. Sepanjang jalan juga banyak warung-warung yang berjualan makanan-minuman. Ada juga yang jual ketan bakar, jagung bakar, bandros, air tebu, dan lain lain. Pagi itu belum semua buka warungnya, masih sepi. Saya juga jalan cuma berdua aja sama Mutia. Sesekali ada orang lewat sih, kadang anjing liar dan monyet liar juga lewat. Selain udara masih dingin, matahari yang muncul masih ngumpet-ngumpet gitu ketutupan sama pohon. Beda banget sama waktu dijalan mau kesini, matahari gak ngumpet langsung cilukba aja :D

Setelah melewati goa belanda ini, saya melihat petunjuk kalau penangkaran rusa 1,6 km lagi, ah deketlah yaaa.. saya sama Mutia sebagai cewek tangguh masih sanggup buat jalan. Nah tapi, arah petunjuknya ke arah kanan alias masuk ke arah goa belanda. Jreng jreng….. yakali kan masuk goa ngapain, yauda saya lurus aja gak ke kanan (lurus emang ada jalan juga). Akhirnya jalan tuh kita…. sepi…. cuma ada beberapa motor yang lewat. Suer sepi banget ini jalan. Kiri jurang, kanan hutan. Akhirnya setelah jalan super jauh dan tidak menemukan keramaian, akhirnya ketemulah sebuah goa, warung, dan beberapa tukang ojek. Alhamdulillah. Terus saya liat petunjuk, penangkaran rusa 1,5 km lagi. What theeeee……… !@#$%^&* mistis! Masa jalan sejauh itu cuma 100 meter. YAKALI. Terus akhirnya saya curiga sama goa itu, jangan-jangan ini goa tembusan dari goa belanda petunjuk tadi. Damn! Ternyata iya :| 100 meter itu adalah kalau kita jalan masuk ke goa belanda (ikuti tanpa belok) dan ujungnya nembus kesini. Bisa ditempuh dengan hanya 3 menit saja dong :(

Terus saya dan Mutia akhirnya jalan lagi, dasar kita belagu yauda jalan aja tanpa mengenal lelah. Jalanan lurus, aman, dan kita masih kuat. Tapi setelah ada dua tanjakan yang astagfirullah, kita akhirnya ngos-ngosan, dan nyerah. Beruntung ada tukang ojek yang baik hatinya ngelewat dan nawarin jasanya. Terus kita masih dalam keadaan belagu, kita tolak tuh. Tapi setelah lima menit kemudian si tukang ojek balik lagi nyamperin kita dan ngejelasin jalan masih jauh, akhirnyaaaa oke kita naik ojek macam cabe-cabean alias satu motor bertiga. Yihaaaaaaaa! Bener aja dong ternyata jauh dan beberapa jalan ada tanjakan lagi. Sekitar 20 menit naik ojek, kita sampai ke curug omas – maribaya. Kita gak jadi ke penangkaran rusa, soalnya kata tukang ojek nya “ah si neng kaya anak-anak aja liat rusa segala, ke curug aja neng dianter sama bapak” padahal kan saya masih anak-anak mau liat rusa :( si bapak mah ah :(

Sampe ke curug omas, kita minta si bapak ojek tungguin kita. Ya anggap aja kaya punya tukang ojek pribadi yakan hahaha. Akhirnya kita deal akan bayar 50rb untuk PP + bertiga di motor. Oke sip, kita jalan kaki sedikit sekitar 100 meter ke curug, dan sampe! Di dekat curug ada banyak warung, bisa duduk di tikar-tikar macam piknik, atau duduk di warung nya juga boleh.

Di warung yang saya singgahi ini, menjual macam-macam makanan. Soto ayam, gado-gado, sampe mie rebus juga ada. Tanpa wara-wiri lagi, mie rebus pake telor adalah yang terbaik disaat begini hahaha jangan lupa pesen gorengan biar makan nya makin cihuy. Saya dan Mutia lebih milih duduk di depan warung daripada duduk di tikar. Untuk harga makanan nya standar kok, mie rebus+telor 10rb, chiki-chikian yang isinya keripik kentang 7rb, gorengan 1rb/pcs. Gak beli air minum soalnya bawa. Buat kalian yang mau kesini wajib bawa air minum, selain lebih hemat, lebih praktis juga.

Naaaaah.. setelah kenyang perut dan kenyang foto-foto, akhirnya perjalanan selesai dan saya turun kebawah terus nemuin tukang ojek itu. Meluncurlaaaaaah kita bertiga, seperti pas pergi tadi, sepanjang jalan kita lebih banyak ngobrol ngalor ngidul sama si bapak ojek. Tanya ini tanya itu, kenapa begini kenapa begitu dan semuanya begitu seru. Beliau baik, gak macem-macem, setiap ditanya juga bisa menjelaskan dengan baik, iyalaaah si bapak ini kerja dari tahun 1996. Saat itu umur saya empat taun, lagi lincah-lincahnya dan gak kenal tahura itu apaan. Setelah turun dari ojek di goa belanda dan sesuai perjanjian bayar 50rb, tapi akhirnya kita jadi bayar 60rb. Tergolong mahal emang, apalagi kita gak nawar dan malah kita lebihin. Alasannya selain baik dan gak macem-macem, beliau juga nungguin kita selama di curug omas, jadi tour guide juga ngejelasin ini itu, dan yang terakhir yaaa anggap aja sedekah. Terimakasih Bapak Ojek berkumis, pertemuan kita di tanjakan dua begitu mengagetkan tapi mengesankan. Uhuy!

Untuk kamu yang sudah membaca juga terimakasih loooooh.. ini tulisannya panjang hahaha. Sepanjang hubungan kamu dengannya……….. Eh, gimana dengan weekend kalian? :)

INFO :

Taman Hutan Raya Ir. H . Juanda / Tahura Juanda / Dago Pakar
Jalan Ir. H. Juanda – Dago – Lembang – Bandung (banyak petunjuk buat kesini, kalau gak tau tinggal tanya orang sekitar hehe)
Tiket masuk : 11.000/orang (bisa untuk tiket tebing keraton di hari yang sama)
Tiket motor : 5.000/motor (setelah pulang, ada yang ditagih bayar 2000, ada juga yang gak ditagih)
Tiket mobil : 10.000/mobil
Sewa senter : 5rb/senter
Harga ojek : tergantung kesepakatan. Saya kemarin 50rb PP goa belanda – curug omas. Bisa juga diantar ke tebing keraton yang hits itu.

Nb :
– Kalau kesini enak pagi-pagi, masih segar, masih sepi.
– Bawa air minum, apalagi kalau niatnya tracking.
– Jangan salah kostum. Jeans + flatshoes/heels gak cocok untuk jalan jauh.
– Bawa payung, ya bawa aja takutnya kepanasan ketemu mantan sama pacar barunya.
– Kalau musim hujan jangan kesini, rawan longsor. Ada beberapa jalan yang ketutup longsor sebulan lalu.
– Kalau ketemu anjing liar, cuek aja. Kalau ketemu monyet liar, diem dulu sebentar sampe monyetnya ngejauh. Ada monyet yang dilempar batu pergi, ada monyet yang dilempar baru malah lompat ke kita.
– Gaktau tebing keraton? Cek google! Indah! hahaha.