Nulis Puisi

Teman

Sebuah realita

Menerima atau menolak, sesungguhnya itu yang ada di depan mata

Sungguh menjadi bagian sinaran. Namun sirna

Sungguh menjadi bagian senyuman. Namun zaman

Sungguh hati nya tersentuh. Namun runtuh

Sebuah airmata

Menangisinya bukan antara sesal

Itu pertanyaan yang sudah terberai

Mengusap basah ini melebihi resah

Resah antara ketakutan, suatu saat harus mengusap kembali

Sebuah ingatan

Jelas saja bukan bayangan

Memori langkah kecil dengan terharu diatas aspal

Memori tiga jari renyah dibagikan bersama

Memori cacian peran dunia menyapu malu

Percayalah, bibir kecil ini masih menjaga sebuah citra

Keliru.

Kemana.

Teruntuk, sebuah pertemanan yang pernah terjalin antara beberapa orang. Mengalami kebahagiaan, konflik, dan perpisahan. Semoga saya, tetap mempunyai prinsip atas nama itu. Begitupun kalian.

One thought on “Teman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s