Nulis Puisi

Persinggahan dua hati

Biarkan tulisan ini saja yang berbicara. Setidaknya saat kau membacanya, hati pun ikut bicara. Perasaan ini tetap sama saat kau menggores luka. Dan cerita ini biarkan angin yang meniupkan menjadi kenangan. Setiap hati adalah tempat persinggahan kehidupan. Singgah dengan segala rasa manis atau pahit, suka atau duka. Saat terjatuh, aku ada untuk membuatmu tetap berdiri. Kamu seharusnya tau. Saat aku membantumu berdiri. Sesungguhnya aku pun sedang terjatuh. Sesungguhnya aku pun tak perlu mengatakan nya saat itu. Hanya perlu kamu tau, saat itu aku telah beranjak dari luka lalu. Setelah kita ada di titik yang sama. Singgah lah namamu di pikiran ku, lalu pindah di hati ku. Bahkan ketika kamu membuatku terjatuh. Atau kamu pergi menjauh. Masih ku jaga perasaanku walau aku tau angin sudah meniupkan menjadi kenangan. Masih ku jaga nama mu yang muncul di pikiran ku saat aku melihat garis waktu. Masih ku jaga keadaan dengan segala kebisuan yang ada. Lalu aku terlena dengan hari-hari baru yang indah setelah aku terjatuh. Aku merasa kita memasuki titik yang sama kembali. Dengan harapan yang berbeda. Aku memberi nilai minimal untuk ego di dalam perasaan. Namun, belum berakhir luka lalu, kamu sudah memberi luka baru. Hati ku ingin bicara pelan membisikan kepada hatimu. Jika kamu ingin singgah, silahkan datang dengan cerita. Jika kamu ingin singgah, jangan kau selipkan asa cinta. Jika kamu ingin singgah, simpanlah sayapmu agar aku tidak dibawa jauh terbang. Jika kamu ingin singgah dengan perasaan. Aku ingin singgah dihatimu dengan perasaan yang sama. Namun aku tau antara hati ku dan hati mu tidak ada yang bisa dibagi. Dan aku memilih untuk terjatuh kembali dengan sejuta asa membawa luka. Aku mundur dengan membawa perasaanku. Ini hanya tulisan hatiku yang bicara. Perjalanan tempat persinggahan yang sesaat. Tetaplah di situ untukmu, untuk hatimu, dan hatinya. Jangan kembali singgah dihatiku walau kamu hanya membawa nama. Sekarang angin benar-benar telah meniupkan memori di bayanganku. Dan angin yang sama takkan mengatakan kepadamu tentang terjatuh nya aku. Aku tidak ingin melihat keadaan lagi. Aku hanya mau tulisan ini menyampaikan alur kenyataan pada mu.

Bercerita melalui puisi. Sengaja dibuat menjadi satu paragraf. Teruntuk kehidupan selanjutnya yang semestinya lebih baik dari deretan kalimat-kalimat diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s