Nulis Puisi

Satu pandangan

Orang berlalu lalang. Matahari tidak menunjukan aura nya pagi tadi. Hanya beberapa sinaran ditemani embun menetes. Dingin terasa. Banyak cerita yang kudengar pagi ini, dan banyak pula cerita tertunda. Bisakah angin menjelma menjadi jawaban, agar setiap kalimat tertiup tanpa tanya. Pandangan saya terlintas di satu arah. Lalu kalimat yang terpikirkan adalah, saya tau sebuah kriteria. Saya tersenyum. Bercerita melalui puisi, mengartikan makna dari satu pandangan setelah hampir dua puluh taun.

2 thoughts on “Satu pandangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s