Nulis Puisi

Jemu

Kadang. Apa yang ada di hadapan sangat menjenuhkan. Rasanya setiap perkataan yang keluar hanya keluhan. Bicara pada angin malam yang selalu bisu. Meniupkan kesetiap relung pada awan kelabu. Memercikan sedikit daya namun tak berupaya. Saya mengakhiri dengan menangisi semuanya. Ini titik terlemah dari sebuah kejemuan. Saya menghapus haluannya. Tatapan saya semakin berkaca pada yang lalu. Sudahi semua, saya tetap merasa ini kadang. Kadang menjemukan. Dan tulisan saya berhenti.

Setelah melihat tumpukan kertas dan buku. Untuk laporan praktikum. Mengerjakan skoring dari sebuah tes. Menulis rencana kedepan sebuah divisi. Dan beberapa tugas kuliah. Sedang jemu.

6 thoughts on “Jemu

      1. lha iya, karena jemu = bosen berarti ada sesuatu yang perlu diubah dari kondisi yang biasa supaya ada sesuatu yang baru😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s