Nulis Puisi

Rindu

“Rindu tampak membelenggu. Desahan setiap nafas memejamkan mata. Aku menemani setiap malammu dalam untaian kata. Aku mempelajari hidupmu dalam indahnya mata. Ketika dewa-dewi meniupkan perasaan. Aku menjelajahi hati. Penuh hati. Agar tidak terluka. Kembali. Kehangatan mencuri waktu. Pujian sayang dan bisikkan mesra membuat merdu. Jika benar ini luluh, tutup prasangka luka dalam segala yang kembali. Rindu.”

4 thoughts on “Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s