Nulis Puisi

Kala siang

Entah apa yang terpikirkan pada siang itu. Mengagumi adalah satu cara indah dalam anugrah mata. Memandang adalah satu cara indah dalam putaran waktu. Karenanya. Dunia tidak berhenti sesaat. Kekuatan garis lengkung menjadi pedoman. Percakapan dinikmati setiap alur. Jika raga belum tersentuh masa. Biarkan suatu saat, ada kamu yang meminta” – Caca, 20 tahun, menikmati siang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s