Nulis Puisi

Satu masa

Jawaban saat ini adalah menangis. Melupakan aktivitas. Menjauhi segala kewajiban. Mendekati era yang sedang berputar arah. Langkah saya mundur. Jutaan asa terasa hampa. Sajak menjadi satu-satunya kekuatan. Biarkan saya meyakini, semua kesalahan diri menjadi dasar. Entah motivasi. Entah prestasi. Semuanya tampak tidak serasi. Janji memasuki tahap cakap teori. Sekarang saya butuh bermuara mencari sudut. Namun tidak surut. Turut mencari tawa. Namun bukan rawa.

Jawaban saat ini adalah tidur. Meluapkan penat. Menjelajahi isi mimpi. Mendalami usia berputar dua. Walau sajak harus terbawa tidur. Biarkan aku merelakannya. Mengambil riskan. Dengan apa yang salah atau apa yang benar. Akan hidup satu masa.

Bercerita melalui puisi. Melalui nyanyian hati lewat tulisan. Saya sedang lelah. Bukan saya mau bersenang. Bukan saya mau banyak bertemu orang. Saya ingin sendiri. Menikmati hari. Tidak terganggu dengan satu kegiatan apapun. Tidak bermaksud tidak bersyukur. Tidak bermaksud selalu mengeluh. Hanya mood sedang tidak diberi semangat akan kehidupan diluar sana. Nanti, saya isi ulang energi positif melalui air sepuluh langkah. Simpan kata puitismu pujangga. Saya akan menanti untuk membaca dalam tidur malam ini.

2 thoughts on “Satu masa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s