Nulis Puisi

Dua insan

Antara kota kita bertemu. Menyuguhkan kopi juga susu. Itu kacang rebus, kataku. Lalu kita buka satu persatu. Susu hangat punya ku. Sebagai peneman sebelum tidur. Kopi itu punya mu. Sebagai rasa manis menutupi kepahitan jemu. Sore ini kamu banyak memberi tanya. Aku menjawab dan tertawa. Memandang langit dan berangan-angan. Cantik. Katamu berbisik.

7 thoughts on “Dua insan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s