Nulis Puisi

Melukis dongeng

Salju menemani kenangan manis dalam butiran menggebu. Menyapu yang terlampaui dalam gelap. Harusnya sudah pergi tinggalkan jejak. Hidup tak seimbang kata-kata yang terlarang. Hamparan langit menempatkan untuk melukis jalan hidup. Seperti membiarkan aku berdansa di tengah badai. Memeluk mesra tanpa perantara helai. Katanya, jangan jatuh dalam lubang yang sama. Tidak yakin. Jutaan mata memandang sinis. Terbang termakan keadaan dalam jiwa kosong. Jika sudah memahami, tuliskan untukku sebuah cerita malam dalam satu waktu. Ada beberapa cahaya. Menuju tertidur ketika kamu lembur.

Selamat malam.

5 thoughts on “Melukis dongeng

  1. “menuju tertidur ketika kamu lembur”

    sya mah sering begituan….

    lembur tidur….

    #halah…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s