Nulis Puisi

Semacam Rindu

Semacam rindu dengan malam. Ada energi terkuras, lalu mata terpejam. Rindu menikmati menulis di dalam gelap dan kesunyian. Bukan musik menghentak. Bukan dunia berpetak. Semua menyatu dalam rasa. Semacam rindu dengan malam. Ada banyak ide tidak tersalurkan. Aku seperti mati dalam tidur. Hari-hari sudah dihabisi melebihi batas. Lepas. Tubuh dikendalikan dengan keadaan. Pikiran memakan kepingan susunan rencana – menjadikan epilog di sore hari dalam fatamorgana – bertemu malam menyapa terpana.

Semacam rindu kembali.. Aku tidak mengeluh, aku memeluk banyak kenangan manis dalam banyak hari. Pertemanan dalam pelukan hangat setelah senja. Aku rindu malam. Ini sungguh aku sampaikan dalam tulisan. Cerminan dan warna senada menjadi bagian saksi dalam semacam rindu. Ada getaran emosi ketika aku tidak ingin terpisah dengan malam. Walau ku tau, esok akan bertemu pagi yang elegi.

Bercerita melalui puisi. Setelah beberapa hari tidak menulis, ditemani gelap.

6 thoughts on “Semacam Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s