Nulis Puisi

Penyair

Penyair, engkaulah kehidupan dari kehidupan ini, dan engkau telah menjadi pemenang sepanjang masa walaupun banyak manusia lain pun mulia. Penyair, satu saat nanti, engkau akan merajai hati manusia, kerajaanmu tak akan berakhir. Penyair, periksalah mahkota duri-durimu, engkau akan temukan sesuatu yang tersembunyi disana, yaitu berseminya pohon selam.

***

Para penyair adalah orang-orang yang tak bahagia, sebab tanpa mempedulikan seberapa tinggi roh bisa menggapai, mereka masih tetap dibuka dalam suatu amplop air mata.


Masih terbius melanjutkan karya Kahlil Gibran. Baca paragraf terakhir dari penyair bikin saya bahagia.

5 thoughts on “Penyair

  1. Penyair adalah mereka yang diam, bukan berarti tidak menulis; saya setuju juga “Para penyair adalah orang-orang yang tak bahagia, sebab tanpa mempedulikan seberapa tinggi roh bisa menggapai, mereka masih tetap dibuka dalam suatu amplop air mata.”

    Fasya suka juga dengan Om Kahlil ya? Saya salah satunya.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s