Nulis Puisi

Bisik sebuah kereta

Duduklah. Bersandar pada sebuah ketenangan. Biarkan angin menyapu meninggalkan cerita lalu.

Jendela-jendela berdebu membiaskan cahaya matahari menembus ruang. Tetap saja memandangi jejak alam.

Kursi sudah berputar. Berbagai tawaran pelayan ditambah memberi senyuman sudah melengkapi perjalanan.

Sudah jauh mungkin. Aku membuka sebuah buku berwarna pink pastel. Tertulislah semua sajak-sajak manis dari jiwa hampa dalam menyampaikan karya.

Benar atau tidak. Semua makna kamu curi agar aku tidak jauh mencari.

Satu aku berfikir. Dua aku tersenyum.

Tiga aku menulis. Empat aku terhenti.

Lima aku membaca. Enam aku terlena.

Masih banyak bulan dalam malam tahunan. Kekuatan fenomena melanda goresan tinta hitam. Bukan saja nuansa ombak. Tapi berdiri nya aku sekarang merubah hidup lebih tegak.

Membidik potret tentang perjalanan. Lalu aku akan tidur sampai tiba di tujuan. Menikmati kereta, tidak bersama kamu.

7 thoughts on “Bisik sebuah kereta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s