Nulis Puisi

Generasi tanpa surat

Semenjak surat menghilang. Aku tidak lagi mengirim puisi rindu. Setiap minggu selalu tersampaikan mengalir ucapan syahdu.

Semenjak surat menghilang. Aku tidak lagi membayangkan keindahan sosok seorang kamu. Setiap malam tersampaikan aku ingin mimpi denganmu.

Semenjak surat menghilang. Aku tidak lagi membaca garis kemesraan terbalut angin. Setiap malam tersampaikan melalui pesan singkat berteman dingin.

Semenjak surat menghilang. Aku tidak lagi mendekati mu dengan jarak sedekat ini. Setiap bersama tersampaikan menunduk juga cakap masa kini.

Sekedar sajak.

5 thoughts on “Generasi tanpa surat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s