Nulis Puisi

Kisah manis dalam lemari

Sebuah ruangan kecil. Hanya bisa berjongkok ditemani gelap dan sunyi. Aku bisa menangis sesuka ku tanpa sepengetahuan ayah ibu. Aku bisa menelfon berjam-jam kekasih ku tanpa menghiraukan suara ini menganggu. Sudah ku singkirkan puluhan baju. Menggantung satu persatu. Ada banyak getaran penuh haru setiap kali aku mengingat nya. Selain air mata mengalir, kebencian pernah tersampaikan dengan bebas. Jawab ku saat itu, penat ku terlepas. Selain benda mati. Hanya Tuhan yang mengerti kekosongan lorong jiwa di derai hujan. Sebuah kisah manis dalam lemari. Kali ini aku tidak kembali. Dan harus diketahui, tulisan ini bukan untuk kamu tuan tani.

Sekedar sajak.

13 thoughts on “Kisah manis dalam lemari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s