Nulis Puisi

Jadilah aku di sore ini

Jadilah bisikkan bersuara merdu untuk setiap kali aku mengangkat telfon mu dalam sore cerah saat jauh melanda perang jiwa.

Jadilah makna dalam setiap barisan doa ketika pagi menjelang untuk memenuhi hari-hari tanpa getaran kasih terkunci masa.

Jadilah angin yang menerpa membawa tiap helaian rambut ku tanpa sembunyi untuk mengingatkan senja cerita kita.

Jadilah bayangan pada setiap langkah fana menemui dunia yang selalu mempengaruhi hati kosong yang sedang di sanjung rasa.

Jadilah nama yang setia kepada surat yang selaluΒ  tersimpan berdebu dan sempat menghilang dalam kalbu.

Jadilah seperti itu selalu walau tak pernah nyata, hanya pernah menyentuh terselubung dalam bahasa.

Sekedar sajak. Setelah membaca sebuah kertas terlipat tujuh tahun lalu.

16 thoughts on “Jadilah aku di sore ini

      1. salam knal fasya…
        ehhh, enak nya panggil fasya ap aulia ni..πŸ˜€

        o iy, mnta bntuan nya yah…
        soalnya bru bkin ni, jadi gaptek banyak…
        Hhehee

      2. owgh…
        sorry, baca tentang (about me)-nya telat…
        jadi baru tau, nama panggilannya caca…πŸ˜›

        tpi bneran gaptek lo…
        bkan mau merendahkan diri meningkatkan mutu…
        publikasi ke googlenya aja ga tau..
        makanya waktu kmren ngecek jdul notes, tw2 ga mncul yg mncul urutan pertama nya puisi caca..
        jdi kbaca deh…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s