Nulis Puisi

Amnesia

Malas membuat mu sulit berdiri menghadapi kenyataan. Amnesia sesaat ketika tau bahwa dunia ini sesungguhnya memutari sudut-sudut terpencil sampai nanti tertabrak. Sayang, kamu lupa. Tapi bunga-bunga bermekaran mengingat mu dengan petang. Jasa nya memang terlambat jatuh, tapi dia tetap datang. Aroma nya tidak pernah jauh dari benak, membawa tidur hingga mimpi membentang.

Bisakah kamu catat hari ini? Agar kamu tidak kembali amnesia sesaat di balik bulan dalam gelap cahaya. Biarkan aku saja. Memberi secarik kertas untuk menulis bersama penuh hangat melekat. Tulisku dalam kalimat terakhir di taman jiwa ini, aku menebak masa depan untuk kembali dalam hari ini, semoga tidak pernah lupa. Pergilah, amnesia sesaat.

Sekedar sajak. Meninggalkan sebuah lupa.

2 thoughts on “Amnesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s