Nulis Puisi

Doa malam

Apa yang harus ku katakan pada malam jika kamu menyembunyikan kisah di bawah bisikan terang bulan? Kasian ayahmu menunggu sampai ia tertidur pulas hingga mendengkur sampai sepertiga malam. Kasian ibumu mencemaskan sampai ia gelisah tak tertidur sampai pagi kembali datang. Kasian dirimu membeku tanpa arah kehidupan nyata yang ditipu oleh bayang-bayang jaman edan.

Coba sekali saja, aku memerintah. Menjadi tuan di dalam sajak. Tenangkan setiap nafas yang menghembus dalam kalbu. Berikan pertanyaan kecil juga lugu pada cermin yang menghadap dirimu pada sebuah parodi tabu. Rasakan sejenak. Satu senyuman kebodohan yang kau beri adalah awal baik karena kamu mampu. Berikan jawaban sederhana nan menggoda pada cermin, katakan kamu sanggup walau dimulai dari satu menuju satu. Malaikat bersama mu saat itu, dan Tuhan mempersiapkan kapan datang nya cahaya yang mendamaikan hati baru. Kembali, semua untukmu.

Jika aku selesai menulis ini. Terlelap lah aku di kelilingi doa bernada mesra dan merdu. Betapa cinta nya malam kepada ku memberi inspirasi menyengat lorong hati. Sungguh sesal menyapa pada rindu harmonis pemberi senyum manis.

Aku, Tuan dalam sajak.

One thought on “Doa malam

  1. Aku, Tuan dalam sajak.

    Tertidur pulas diatas samak
    Bagai unta yang tertembak
    Berdarah, tapi tertawa terbahak
    Menjadi misteri yang tak terkuak

    **gak nyambung**

    #kabuuur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s