Nulis Puisi

Puisi pertama AADC

Ketika tunas ini tumbuh

Serupa tubuh yang mengakar

Setiap nafas yang terhembus adalah kata

Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat

Lidah kita menyatu

Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu

Ah, di luar itu pasir

Diluar itu debu

Hanya angin meniup saja, lalu terbang hilang tak ada

Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tau

Jiwa ini tandu maka duduk saja

Maka akan kita bawa

Semua..

Karena.. kita.. adalah.. satu

Sebuah puisi dari film Ada Apa Dengan Cinta. Di iringi petikan gitar serta Dian Sastro yang cantik. Silahkan di percepat, di menit 5:38 untuk langsung ke alunan puisi. Malam ini mengulang kembali film tersebut. Benar-benar malam yang klasik. Dituliskan dengan kerinduan untuk beberapa orang sahabat. Semoga kalian baik.

Ada Apa Dengan Cinta?

6 thoughts on “Puisi pertama AADC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s