Nulis Puisi

Sajak pemalu

Pikiran nya banyak mencari ketiadaan agar terwujud nyata dalam diri
Langkah nya banyak berlari, berirama menari-nari kesana kemari
Perhitungan nya tak ingin pernah rugi, walau itu sekali
Mata jalang nya tidak pernah keliru membohongi hari
Waktu demi waktu digenggam dalam tiap jemari

Katamu bebas itu nyata, mengapa masih minta terikat
Angin lalu menyibakan pikiran nakal mu dengan kilat
Ingin lepas namun manja sering terlihat
Belajarlah mencari titik agar tidak keliaran tak pernah tersirat
Belajarlah mencari titik untuk hidup penuh gurat

Jika keadaan bisa berbicara, ia sedang menangisi hidup jemu mu
Selalu mencari lingkaran abu-abu
Tertutupi pahit nya kisah bahagia sementara yang menderu
Bisa mu itu memberi judul tanpa meneruskan hingga tanda seru
Bahagia itu sederhana sudah pernah lalu

Kamu kemana saja hanya meniru-niru membuat hidup baru?
Jejak nya tak pernah berlalu walau pernah pilu
Tulisan ini sungguh untuk bayang-bayang langit biru
Tak sedikit mengikuti pecahan angin menggerutu
Hanya kepada sajak-sajak pemalu untuk bertemu rindu

Sekedar sajak

 

12 thoughts on “Sajak pemalu

      1. kata2mu ini (baca dong kata-kata selanjutnya, kalau cuma baca satu kalimat ya gakan ngerti ) mirip kata2 presenter di talk show TV One kmarin waktu dibahas kasus kicauan wamenkumham di twitter..

      2. Apa Kabar Indonesia Pagi.. Kemarin heboh sekali.. dan kata2mu persis. ya beda2 tipislah dgn yg km katakan..

  1. Maaf Mbakyu Aulia.., no coment in artikel.

    Yang menarik dari tulisan ini bagi saya (pribadi) adalah pola “a a a a” yang masih terjaga dengan bagus, ini tentulah bukan hal yang mudah untuk menuliskanya..:mrgreen:

    1. Ingin mudah di pahami orang walau kadang beda persepsi, makanya saya gunakan pola a a a a untuk penyamaan hehehe. Trims ya, tulisan kamu juga bagus-bagus dan aktif dalam menulis sajak😀

      1. Beda persepsi itu wajar, karena pada dasarnya manusia memiliki perbedaan dalam banyak hal. Dari perbedaan itu semoga mampu mengiris tipis tipis sebuah makna. Dan semoga si ‘A’ dalam sajak ini bisa mengerti.

        Ah.., ndak segitunya kali, i menulis sekedar mengisi waktu luang dari kebiasaan bangun tengah malam saja dan tak ada lebihnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s