Nulis Puisi

Aku penjelajah waktu

Menyudahi pertemuan singkat ini seperti menggapai pencitraan tertinggi dalam dimensi sebagai aku si penjelajah waktu. Mencari setiap isi. Mengungkapkan apa yang terlihat. Padahal hati resah tergugup gelisah.

Apa yang berlalu menjadi jeritan-jeritan tiap malam untuk mimpi bersambut bulan. Biasanya datang dengan seberkas cahaya titik titik lalu muncul bersabit. Menatap nya menjadi anugerah untuk hari kemarin karena sudah tak lagi indah tertutup sebagian awan.

Bibir ini selalu basah. Menyebutkan tiap nama dalam pemaknaan terdalam melewati hati-hati kosong penuh getir. Namun kesukaan berjalan pelan dalam genggaman tangan menjadikan pelangi seperti listrik yang aliran nya hingga dunia ini terhenti.

Pendewasaan diri tak menyangkut lingkaran angka. Walaupun seharusnya ya. Tapi dunia ini menyediakan berbagai keunikan untuk selalu di jelajahi bersama suara-suara malam. Semua tersaji untuk dinikmati. Semua terwujud untuk di rasakan. Sampai ketika, melupakan kata-kalimat-kamu sampai ujung kiamat.

Aku tak perlu mesin waktu untuk kembali ke masa lalu. Karena, jika ingin hidup mu sempurna.. mati lah sejak awal kamu diberi angin. Perjalanan panjang hidup mu disaksikan dalam setiap nafas. Dibiarkan menjadi catatan dalam pena. Diperlihatkan menjadi sebuah rasa untuk sebuah tidur yang pulas. Semakin hari adalah keindahan. Semakin hari adalah kepuasaan.

Sebagai cinta. Untuk aku dalam penjelajah waktu yang tak ingin sia-sia. Hanya ingin suka-cita-bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s