Nulis Puisi

Yogyakarta tanpa suara

Aku dan kamu membisu dalam melangkah. Melupakan penat yang membaur tak pernah tamat. Aku dan senja membisu menyapa gelap. Menghabiskan detik dan merangkai kenangan. Semua tanpa batas. Semua tanpa jawab. Yogyakarta dalam sapaan untuk menelusuri jejak. Merekam-menerkam-mencekam.

Untuk aku dan Yogyakarta tanpa suara.

8 thoughts on “Yogyakarta tanpa suara

  1. tiap Sajak sajak kamu itu ada nikotin, Ganja, atau Zat adiktifnya ga sih?? liat nih aku kecanduan. kalau aku kecanduan, aku takutnya ga bisa bayar sajak.

    hari gini ga bayar sajak? apa kata dunia!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s