Nulis Puisi

Secepat bayangan

Terkadang ada bayangan yang lebih cepat setelah cahaya menghampiri. Rindu nya membuat tertegun tanpa sapa. Rasanya membuat termenung tanpa masa. Jeritan membangkitkan puncak emosi yang tak terkira. Dan hadirnya tak kunjung gusar sehingga langit menangisi setiap racauan menjera. Aku dan kamu meneriaki satu menjadi dua. Padahal landasannya adalah tiga mengisi raga. Aku dan kamu menempati garis lima hingga terkesima. Awan-awan meneduhi sampai kita tahu, bayangan sudah berlari bersama gelap. Bersembunyi-hati-hati.

Sekedar sajak.

One thought on “Secepat bayangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s