Nulis Puisi

Pagi setia

Pagi ini dunia berbisik pada telinga-telinga pendengar cerita manis merangkul tangis. Memberi jawaban atas setiap pertanyaan yang di dengar oleh hujan semalam. Derasnya tak kunjung henti hingga insan berganti mimpi.Β  Petirnya membentuk warna indah hingga malam penuh cahaya berekspresi.

Kepada pendengar setia. Pikiranmu mencerna alunan tanpa terbawa merana. Matamu memancarkan jawaban-jawaban tersimpan tak padam hingga larut malam. Senyummu menenangkan rintihan kecil pada setiap apa yang terucap. Semua angan diselimuti hangatnya sentuhan jari berbuih enunsiasi. Aku sungguh ingin kembali.

Pagi ini sejuk dan aroma semalam masih terasa. Sekedar sajak.

7 thoughts on “Pagi setia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s