Nulis Puisi

Bunga mekar

Satu rangkai bunga membuat hari ini menjadi lebih berarti. Aku menyusuri perjalanan untuk menemuimu. Kepadamu yang hari-hari nya bahagia tanpa air mata. Aku membawa senyuman cinta yang telah ku siapkan agar mentari tak jemu menyambutku. Aku selalu berjalan setiap kali menemuimu. Karena, langkah kaki ini adalah saksi dimana jarak tak membuat aku lelah menunggu asa. Walau terkadang, aku berbohong kepada maya untuk tetap menjaga keutuhan yang menyimpan sisa.

Menelusuri tanah merah yang bersemayam tenang, menghilangkan ketakutan yang semakin berperang, menyanyikan lagu romansa untukmu hingga kita berpelukan dengan hangatnya mentari siang.

Karena kata-kata, semua menjadi pengingat manis yang selalu hadir ketika aku datang. Batin ini yang menyapa, mata ini yang memandang rupa. Aku dan kamu bercanda dalam kenangan yang sudah tenggelam. Seperti bunga yang tak kembali mekar, menggantinya adalah caraku untuk memberi rasa yang tak pernah terhapus.

Antara aku dan bunga di makam. Sekedar sajak.

7 thoughts on “Bunga mekar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s