Nulis Puisi

Buram

Godaan itu datang ketika hujan yang tak kunjung henti hingga malam. Maka aku melanjutkan menulis hingga pandangan tak jelas, kopi habis, dan semua buram. Gangguan inspirasi sedang bersembunyi dibalik-balik buku. Meminta aku untuk membacanya hingga subuh. Penipu.

3 thoughts on “Buram

  1. menafsirkan untaian kata-katamu itu membuat benang menjadi bercabang dan semakin bercabang. semakin kau turut satu benang semakin jauh dan semakin kau takut bukan benang itu yang kamu maksud….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s