Nulis Puisi

Sahabat #2

Bahwasanya, sahabat lah yang membangunkan kamu dari mimpi-mimpi yang membuatmu terlena. Sahabat lah yang mengingatkan kamu kembali ke alam sadar agar kamu tidak terus berlari tak bertapak. Sadarkah kamu, kekuatan sahabat sama seperti bulan yang setia untuk terang walau dalam keadaan gelap. Semuanya menjadi sepi tertinggal tidur hingga pagi, tapi cahayanya hadir samar-samar walau keadaan terkantuk. Itulah sahabat.

Bahwasanya, akan tersimpan kata maaf kepada sahabat bahkan ketika hatimu berkecamuk meraung tak menentu. Akan tersimpan sebuah mata hati kepada sahabat bahkan ketika wajahnya berpaling padamu. Semua bergejolak tak terhenti. Bahkan sebuah sapaan dan tertawa lepas adalah saksi bahwa detik berlalu begitu cepat ketika bersama sahabat.

Akan banyak kata yang terangkai untuk sebuah kenangan mengenai persahabatan, yang akan menjadi bahan tawaan disebuah masa depan. Aku akan menanti saat-saat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s