Nulis Puisi

Kicauan burung-burung pagi

Jika terbangun setelah mangarungi mimpi, harapan lah yang tersampaikan pada mentari. Juga perasaan carut marut yang tak bisa lagi dipungkiri. Terlampaui sudah berhari-hari berdusta pada kehangatan pagi. Bahkan, akan datang cermin yang tak sudi menerima bayangan mu setelah semalam hatimu tercuri.

Sudah banyak perbincangan diantara burung-burung pagi. Mengenai jati diri, motivasi, dan imajinasi. Semua tersusun selayaknya kebahagiaan yang tersimpan. Bila saja bisa, sebentar saja aku ingin mengutip dan mewujudkan nya dalam nyata. Bila saja bisa, sebentar saja aku ingin memutuskan semuanya semauku dan sesukaku.

Tersadarkah aku.

Masa ini sudah mendustai. Bahkan, asa saja sudah melampaui batas tak memberi. Hari ini, berhenti sudah kicauan burung-burung pagi. Terhenti karena membenci. Terhenti karena terkikis sepi.

Untuk malam penuh perbincangan.

One thought on “Kicauan burung-burung pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s