Nulis Puisi

Mentari

Akhir-akhir ini detik menghabiskan sisa waktu dengan hujan dan petir
Seperti meninggalkan mentari yang hangat dan menyatu dalam relung
Bait-bait puisi yang dibacakan ketika pagi
Lirik-lirik lagu yang dinyanyikan ketika malam
Semua semakin terasa dingin dan hanyut seperti air
Kemudian semuanya membeku seketika
Udara yang bercengkrama tak henti nya tertawa
Menggoda burung-burung agar menghampiri awan yang terbang bersamaan
Menelantarkan anak-anak adam yang terserang penyakit penghujung hujan
Meniduri kabut-kabut hingga menutupi jarak pandang
Mentari menyaksikan kisah demi kisah dengan senyum manis di balik awan
Seperti bermain
Perlahan muncul lalu menghilang
Perlahan bersinar lalu redup
Perlahan menyimak lalu tertidur

Sekedar sajak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s