Nulis Puisi

Secangkir teh hangat

Sore ini langit menembuskan warna jingga di balik awan tak berbentuk
Menanti kegelapan agar menghentikan detik-detik bersama senja
Bergemuruh tiada henti sampai angan melayangkan pikiran kosong tak berujung
Semuanya terasa sama ketika
Secangkir teh hangat ini dinikmati
Menerka setiap aroma yang menghembus
Menerka setiap rasa yang tersisa
Menerka setiap percakapan yang berkesan

Sekedar sajak

One thought on “Secangkir teh hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s