Nulis Puisi

Taman

Tempat duduk besi yang sudah berkarat
Bunga-bunga yang tak terawat
Serta angin senja yang sesaat lewat
Semua sudut sudah aku jejaki tanahnya
Mengelilinginya setelah rintik hujan menepati janji
Bercerita pada alam untuk peneman hari-hari
Aku menuliskan puisi di dalam bayang
Mencium aroma sisa hujan tanpa ingin pulang
Taman ini terkikis zaman
Aku dan kamu mengenang sebuah pertemanan

Sekedar sajak

2 thoughts on “Taman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s