Nulis Puisi

Mawar

Sepi menggerayangi
Aku sedang berduka bersama mawar-mawar yang berserakan
Tak ada lagi wangi nya karena dihirup dinding-dinding kematian
Hanya menyisakan warna pudar dan duri menjalar
Setiap sentuhan nya adalah lisan yang tak terucap
Membekukan darah seketika
Pun,
Menggelapkan mata dalam sekejap
Tak ada lagi hati yang memburu sepi
Sudah tersapu langit jingga yang keindahan nya mulai usang
Aku hanya bisa menikmati di hari lalu
Dimana setiap warna menjadi persepsi masa depan
Dimana sorotan mentari pada ruang kaca kembali masuk perlahan
Dibalik ruang temu yang menjanjikan, mawar..

One thought on “Mawar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s