Nulis Puisi

Dara Menunggu

Waktu terus membunuh di dalam kesepian yang mendera. Pagi terus berganti di dalam kekosongan yang mencela. Pada angkasa dan semesta, dara bercerita mengenai cita-cita. Pada bumi yang berputar, dara berbicara kesenangan dunia yang berwarna. Pada tidur yang terlupa, dara menangis untuk detik yang terkikis. Dara hanya menunggu jawaban yang diselipkan Tuhan melalui dingin pagi.. dan itu terjadi, segera, setelah, berpangku pada hari-hari rindu yang menyepi.

4 thoughts on “Dara Menunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s