Nulis Puisi

Langit bermuara di Keumala

Kita tidak berebut senja dalam teriakan-teriakan kejenuhan
Kita tidak bercerita senja yang sama pada sore yang membayang
Kita sama-sama terluka
Kita duduk di atas air yang asin nya terasa menusuk hidung
Kita memang datang sendiri untuk dunia
Kita memang manusia perkara mulia
Kita menjadi perantara cinta yang mengantuk
Kepadanya, kita menjelma dalam putaran angin yang meliuk
Kita ini gambaran senja
Kepadanya, tulisan, goresan, dan jepretan menjadi nyata
Kita adalah..
Langit bermuara di Keumala..

Sekedar sajak untuk film Keumala.

6 thoughts on “Langit bermuara di Keumala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s