Nulis Puisi

Bermimpi

Kenapa kamu datang untuk mengelabui mimpi? Indah nya hanya sesaat dan harumnya melewatkan lubang-lubang hati. Padahal, aku sudah berlari menghentikan detik agar semuanya seperti semula. Layaknya kursi, kita sudah duduk sendiri-sendiri tersudut sepi dalam kata. Aku ingin terus bermimpi kembali, tentang tanya yang belum terjawab dan tentang nyanyian kita.

One thought on “Bermimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s