Nulis Puisi

Penyelundup

Kekasih yang menyelundup di kala subuh kembali datang. Menerjang sapaan nya dalam sedikit ucapan. Sebuah rasa yang tersampaikan dalam gelap. Menanti nya adalah hujan yang wangi nya selalu ditunggu. Aku menikmati itu.

2 thoughts on “Penyelundup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s