Nulis Puisi

Dunia

Aku mengerti. Dunia sudah tahu keberadaannya seperti ini. Hanya saja dunia terlalu cerdik menyembunyikan rahasia bersama teman-temannya. Sesekali di sebuah hujan besar dinginnya menyelipkan kerinduan. Sesekali di garisan langit berbentuk awan yang memutihkan kenangan. Sesekali di antara hutan belantara yang mengeringkan banyak air mata. Sesekali juga, diluasnya gurun pasir yang tak bernyawa dan aku bisa berharap di setiap debu yang berterbangan. Dunia ini menertawakan kita lalu pandangan kita buyar karena kita menutup mata.

2 thoughts on “Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s