Nulis Puisi

Tidurlah

Di sebuah ketinggian. Tersirat desiran angin yang menggebu ruang hati. Kita menutup mata untuk tahu, bahwa diantara kekosongan ini tidak ada yang pergi. Walaupun jari ini tak menyatu. walaupun tubuh ini tak berpeluk. Tidurlah hingga cahaya menyamarkan pandanganmu. Aku akan menemani mimpimu, bersama-sama menikmati setiap jejak yang hadir bersama maya. Berjalan yang tak terlihat tepiannya, hingga kita disatukan oleh waktu. Kembali untuk rasa itu, maka tidurlah.

One thought on “Tidurlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s