Nulis Puisi

Rindu #2

Mari berbenah bersama rindu. Menata nya di lentera jiwa yang tak berparas. Ada kala nya hanya angkasa yang menatapmu diam-diam. Itu pun jika kamu tak melewatkan nya dalam sekejap pandangan semu. Itu pun jika awan menutupnya bersama rupa kelabu. Aku masih terjaga bersama lembutnya rindu. Disaksikan gerhana semalam juga burung hantu. Semuanya hangat dan semuanya akan selalu seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s