Nulis Puisi

Jejak sebuah doa

Pikiran ini berjalan-jalan di sudut keheningan. Membatasi diri bersama setiap malam yang memanjakan angan-angan. Ada kamu, yang hadir dalam kekuatan doa. Memasuki setiap relung dengan bersembunyi. Ada kamu, yang membayangi setiap bangun dari mimpi. Terkadang lebih cepat daripada jiwa ku sendiri.

Ketika air mata tanpa harus luka, sujud ini menghentakan hati agar berhenti dari duka. Mendalami pertanyaan tanpa apa yang merugi. Mencari sebuah jawab menjadi apa yang membodohi. Aku ingin selalu berada disini. Menempatkan diri tanpa sudut yang menghakimi.

Kehadiran membuahkan perantara tanpa syarat. Kita akan terus diuji agar berani menetapkan tanpa beban berat. Mengarungi taman hati, untuk jejak hingga terbawa mati. Gerimis mengadu, awan menjadi abu, dan asa tetap mengalirkan setiap kemunculan garis-garis dirimu.

Sekedar sajak..

6 thoughts on “Jejak sebuah doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s