Nulis Puisi

Lelaki ku

Lelaki menunggu datangnya pagi dengan sujud di pertiga malam. Suaranya parau bertemu senja dengan membaca kitab.
Lelaki mengelus tangan wanita dalam keluh yang menjelma. Ia menangis dalam lantunan doa.
Lelaki mencinta wanita nya dalam kabut yang mengusik. Menguraikan janji di gelap mata yang menilik.
Lelaki tidur berpeluk dingin yang mengutuk keheningan. Kelak, semua ini akan menjadi kenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s