Dan Lain Lain

Lucian, Katarsis dan Goodbye Happiness

Hari itu, ceritanya saya gagal belanja sepatu. Daripada muter-muter nyari sepatu yang di mau tapi hasilnya nihil, saya lebih milih ke Gramedia buat beli buku dan cari jodoh. Engga, yang terakhir itu bohong. Saya beli tiga buku di Gramed, Lucian, Katarsis, dan Goodbye Happiness.

Lucian. Novel terjemahan dari Jerman karya Isabel Abedi. Dulu kalau baca novel terjemahan, yang halaman nya ratusan, saya baca nya kadang ga sampe selesai. Atau, saya baca bagian depan sama ending nya, tengah nya ga saya baca. Tapi kalau baca Lucian, tiap halaman saya baca dan ga ada yang terlewat. Rasanya, saya gamau kehilangan setiap cerita yang ditulis disitu walaupun satu kalimat. Novel Lucian ini menceritakan seorang perempuan bernama Rebecca. Ibu nya Rebecca seorang psikiater, dan Rebecca punya sahabat bernama Suse. Suatu hari Rebecca ketemu sama seorang laki-laki “aneh” tanpa masa lalu dan seperti hilang ingatan, lebih tepatnya memang tidak punya ingatan apa-apa. Lalu, laki-laki tanpa ingatan itu memberi nama diri nya Lu, Lucian. Rebecca dan Lucian berbeda “dunia” tapi mereka punya satu rasa. Pokoknya, buku ini keren buat dibeli!

Katarsis. Novel dari Indonesia karya Anastasia Aemilia. Novel ini beda sama kebanyakan novel Indonesia lainnya. Kalau rata-rata novel Indonesia bertema cinta, motivasi, atau kehidupan nyata. Novel ini semacam tentang psychology thriller yang di dalam nya kita diajak keliling untuk kenal sama orang dengan karakter yang ga terduga. Novel Katarsis ini menceritakan mengenai sebuah rumah yang di dalamnya terjadi pembunuhan, salah satu dari korban ada yang selamat. Dia ditemukan di dalam peti dengan keadaan hidup dengan mulut disekap dan keadaannya shock berat. Setelah diselidiki bertahun-tahun, semakin banyak kejanggalan yang ditemukan dari kasus tersebut. Kalian semua harus beli dan baca buku ini. Asik dibaca seharian, dibawa begadang, dan gabisa ditunda baca nya soalnya bikin penasaran.

Goodbye Happiness. Novel ini juga dari Indonesia karya Arini Putri. Saya mau tulis disini tentang tulisan pendek yang ada di belakang novel ini. Ini dia :

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka. Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunannya memaksa, ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita. Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Gimana? Bagus ga? Buat saya sih bagus. Tapi engga buat isi novel ini. Setelah saya cek isi nya, novel ini bercerita tentang cinta remaja dan bau-bau korea-an gitu. Bahkan nama-nama yang ada di novel ini pun korea-korea juga. Akhirnya buku ini ga saya baca lagi. Ditambah lagi yang bikin saya kecewa adalah tulisan di belakang buku ini ga menjelaskan isi buku ini seperti apa. Cuma mengenai tulisan seperti sajak mengenai ketidakbersamaan seseorang yang diketahui tidak akan sama-sama bahagia. Tulisan di belakang novel ini bikin saya penasaran sama isi nya makanya saya beli. Ternyataaaaaa…. ya begitulah. Dari saya untuk buku ini yaitu goodbye!

Diantara kalian ada yang mau buku ini? Saya kasih free nih, cuma di dalem buku nya udah ada catatan nama saya dan tanggal pembelian. No problem lah kalau kalian ada yang mau😛

Okeeee, sharing tentang buku nya selesai. Uas semester 6 pun hari ini beres, semoga hasilnya memuaskan. Selamat menikmati liburan!

20 thoughts on “Lucian, Katarsis dan Goodbye Happiness

      1. Cewek aja boleh baca bacaan cowok. Masa cowok ga boleh baca bacaan cewek? Katanya emansipasi.😥

        Tiga novel diatas mah masih mending, lah aku malah punya novel COMMITTED karangan Elizabeth Gilbert yang isinya sama sekali kagak ada cowok-cowoknya. Ya amplooop!! Aku mah novel apa aja dilahap. *padahal sih, salah beli novel*

  1. penasaran sama 2 novel ituu, lucian dan katarsis. terutama katarsis. hehehehe

    sejujurnya, saya ini paling gak jago milih novel. dari semua novel yg ke beli kebanyakan mengecewakan. akhirnya beralih baca yg non fiksi. tapi kangen bgt baca novel. dann saya dari dulu cari novel yg berbau psikologi tapi gak dapet2~!! berutung dehh baca sinopsis kamu fasya, jadi ntar kalo mau beli buku uda tau tujuan yg mau di beli. hehehehe

  2. Hai… lagi baca Lucian nih, hehe…. iya betul banget, ini novel keren banget🙂, udah nyampe halaman 340, dalam dua hari aja, seru sih….😀
    iseng cari karya Isabel Abedi lainnya, eh malah terdampar disini…. eh tarnyata ada cover2 serupa Lucian, di buku karya Isabel Abedi yang lainnya, Imago, Whisper dan Isola…. tapi belum dapat informasi sudah ada terjemahanya atau belum…. btw, salam kenal yaaa🙂

    1. Hai Dee. Iya betul cover buku-buku karya Isabel Abedi hampir serupa semua. Kalau gak salah terjemahan nya udah ada, waktu itu saya nemu di gramed. Eh itupun kalau gak salah yaaa hehe.
      Anyway, selamat membaca Lucian, Dee. Salam kenal juga🙂

  3. kalau lucian aku sudah bacaa ^^
    cuma menurut aku, bahasanya agak susah ya ._. atau salah penerjemahnya? pokoknya ada banyak yang aku gak ngerti maksudnya apa ._.

    aku jadi mau baca katarsis :3 masih ada gak ya di gramedia? :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s