Nulis Puisi

Menjelang Subuh

Angin berhembus menguntai makna
Mengingat suara tangis yang menderu
Berulang sampai esok pada waktu yang melaju
Masih dalam sesak yang mengganggu
Tak pernah berwujud, tak pernah terasa
Hanya suara tangis yang terdengar
Hanya mampu memejamkan mata
Hanya berharap bahwa adzan segera berseru

Perihal yang tak pernah tertera pada pikiran
Ada kalanya menemani hingga hari meninggalkan malam
Bukan hanya aku yang mendengar tangisan
Tapi kamu
Sekarang keresahan menjelma
Bulan berpura-pura tak menyaksikan
Matanya hendak terpejam saat pertanyaan terlontar
Bibirnya hanya tersenyum seolah-olah bintang turut memancarkan cahaya
Suara tangisan kembali datang
Dan aku hanya terpejam
Sudahkah subuh berkumandang?

One thought on “Menjelang Subuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s