Nulis Puisi

Menemui langit yang sama

Di mataku, sisa hujan semalam adalah keindahan yang bertepi pada sebongkah kenangan. Memaksa embun-embun untuk bertemu bersama pagi. Meninggalkan tuan yang semakin jauh melangkah pergi. Membohongi dunia pada curam nya kepedihan yang tak terhenti. Pada matahari, sisa hujan, dan pelangi yang membagi.

Di mataku, tak selamanya jarak adalah waktu yang melambat. Tuan mengenalkan ku pada sorotan matahari yang terikat. Cahaya nya menentu, jarak nya membisu, dan datang tepat waktu. Bukankah kita menginginkan itu?

Kita akhirnya bertemu pada satu lisan yang sama. Disaksikan senja yang membisu tak tertera. Di ujung keheningan yang mendera, ada asa yang menjadi kekal tak terhenti. Hingga kita tahu, kita menemui langit yang sama. Kamu menggoda nya hingga merah. Aku menanti hingga tak lagi cerah. Nikmatilah rasa ini yang tak pernah salah.

Untuk @GustiFullah dalam tulisan #DuetPuisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s