Nulis Puisi

Kenangan

Sudah tak ada lagi keresahan. Mendung pun menghilang serupa bayangan. Menghadirkan kamu, yang sosok nya akan selalu ku inginkan setiap saat. Sama seperti bulan ini, ramadhan.

Menghabiskan waktu di kala sore adalah kesempatan kita untuk menyelami arti rasa. Kita berdua duduk mengungkapkan makna hati, kemudian mengingat masa-masa indah yang terlewati. Dimana, kita menunggu hari kebahagiaan.

Ingatkah kamu, semangkuk kolak yang berisi rindu. Penuh sekali hingga aku ingin cepat menghabiskan nya. Seperti haus yang terus menerus.

Ingatkah kamu, manis nya kolak yang telah ku buat. Rasanya tak pernah semanis jika kita duduk bersama untuk menikmatinya. Bahkan, kolak buatan ibu mu pun akan terlewat.

Ingatkah kamu, ketika ibu dan bapa menatap kita setelah berbuka puasa. Menanti jawaban pasti dari bibir mu yang mengunyah setiap suapan tak tersisa.

Satu demi satu ingatan ku selalu mengayun pada mu. Hingga akhirnya, hati ini berlabuh untuk yang terakhir. Maka, setiap bertemu ramadhan.. kolak adalah kenangan, dan aku semakin mahir ; dalam membuat kolak, dan mencinta mu tiada akhir.

Untuk @GustiFullah dalam tulisan #DuetPuisi bertema kolak.

2 thoughts on “Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s