Nulis Puisi

Cemas

Aku cemas. Pendengaran ini terusik suara-suara yang meracau. Penglihatan buyar. Aku hanya melihat anak-anak berlari meninggalkan tempat mereka berdiri. Angkat satu kaki, kemudian mencari diri sendiri. Hingga, tak menemukan dalam kegelapan yang menghakimi. Aku semakin cemas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s