Nulis Puisi

Anda percaya?

Anda percaya tanah ini begitu subur?
Aku tidak
Mataku hanya melihat perut-perut besar dan dompet-dompet tebal dari mereka yang hanya menunjuk
Mereka lebih subur, sepertinya
Wajahnya dua
Hidungnya menghembuskan nafas-nafas dari udara kotor
Lebih kotor dari wajahnya
Anda percaya tanah ini begitu luas?
Aku tidak
Mataku hanya melihat satu titik cahaya dan sisanya dikelilingi kegelapan
Gelap tanpa aliran
Gelap akan masa depan
Gelap menemui mu, kamu
Kamu yang tidak mengenal tanah ini secara mendalam
Anda percaya tanah ini begitu indah?
Aku sebenarnya percaya
Tapi mataku hanya melihat keindahan yang fana dengan urutan wacana
Keindahan yang dikatakan adalah
Memperbaiki sofa duduk untuk sebuah rapat yang dipakai tidur
Memperbaiki ruangan bekerja dengan karpet berbulu halus
Untuk sepatu?
Tanah ini tak sudi diinjak oleh sepatu mu
Mulut berbuih menjunjung tinggi buatan negeri
Sepatu berketuk tak begitu, sungguh kebohongan diri sendiri
Aku jijik
Anda masih percaya tanah ini berbaik hati?
Aku tidak
Ia mengamuk, mencaci, dan membenci
Yang terkadang, ada duka mendalam hingga berbondong-bondong empati begitu dipuja
Disini, kebenaran akan segera mati tak terjaga
Kesalahan akan terlihat begitu biasa
Negeri subur, yang sabar..

4 thoughts on “Anda percaya?

  1. Saya percaya! Jangan pesimis Kak, keburukan-keburukan itu cuma apa yang kelihatan oleh mata. Di luar penglihatan kita, ada begitu banyak kecemerlangan negri ini. Ada ratusan, bahkan ribuan, anak-anak yang sekarang sedang tumbuh di kampung-kampung mereka untuk jadi pelita bangsa ini, akan membersihkan apa yang kotor dan mendirikan apa yang runtuh. Ada puluhan, bahkan ratusan hutan dan pantai yang masih perawan yang belum tersentuh, hingga para jenius kita yang tidak berorientasi pada perut mereka sendiri, akan datang dan memberdayakannya untuk kelangsungan kita.

    Tetap optimis! ^^

    Omong omong, ini puisi yang bagus, saya suka cara pengungkapannya.

    1. Saya cuma ngasih tau itu realita yang ada.
      Ya, negeri ini memang cemerlang. Banyak orang-orang cerdas di dalamnya. Tapi orang-orang cerdas ini banyak yg disia-siakan. Terus, hutan dan pantai yang kamu sebut belum tersentuh itu, ya seperti yang saya bilang diatas ; keindahan yang fana dengan urutan wacana. Iya saya tau itu semua indah, tapi ga di urusin, kan? Bahkan, akses menuju keindahan aja buruk, kan? Fasilitas juga dibuat apa adanya, kan?
      Negara ini berkembang, ya berkembang di beberapa kota. Sisanya gelap, sisanya tanpa masa depan. Kamu tau gak? teman-teman kita yg ada diperbatasan Indonesia – Malaysia, mereka banyak yang sekolah nya di negara tetangga. Negara tetangga lebih peduli, mereka memberi fasilitas dan masa depan yg lebih layak. Sisanya yg masih bertahan bersekolah di negeri ini, mereka hidup tanpa listrik dan bersekolah beralas papan kayu degan guru yg jarang sekali datang untuk mengajar.
      Dan tulisan saya diatas, jangan diartikan kalau saya pesimis yaaa🙂 saya tetap optimis kok hehehe, anyway terimakasih pujian nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s