Nulis Puisi

Kita kembali, bodoh

Kita kembali bicara dalam kata-kata yang sesungguhnya adalah diam. Kita kembali bersulang dalam gelas-gelas yang sesungguhnya tanpa air. Kita kembali tersenyum dalam wajah-wajah duka yang sesungguhnya tak berdaya. Kita adalah garis-garis kemuraman yang tidak pernah kontras dengan cahaya. Angan terkena angin dan roboh. Semua karena, kita bodoh.

3 thoughts on “Kita kembali, bodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s