Nulis Puisi

Hanya Soal Waktu Tentang Kita

Tak sesal kah kamu datang terlambat. Sesaat saja, bisa saja saya sudah pergi meninggalkan taman ini. Sesaat saja, matahari tenggelam dan kita tidak menyaksikan sepotong senja.

Tak sesal kah kamu dengan rasa ini. Yang mengguncang hari-hari kita dari pagi hingga petang. Yang menggoyahkan setiap langkah untuk selalu berseri-seri.

Tak sesal kah kamu saat dunia tahu bahwa ini adalah lelucon. Di sisi nya terdapat tertawa renyah banyak orang. Di atap nya terdapat wajah-wajah suram yang digali dari pedalaman kelucuan.

Saya hanya menunggu tanpa kebencian. Diantara malam, saya membiarkan angkasa ini menjelma menjadi dirimu. Tentang kamu yang menetapkan raga pada wanita yang tidak dicinta. Sebuah cerita, sebuah berita, duka cita.

Perihal saya dan surat-surat yang dikirim oleh mu, saya membacanya dalam siang. Saya biarkan debu dan suara bising motor menjadi latarnya, karena panasnya matahari membakar rasa ini, jika kamu tahu. Surat-surat yang menceritakan kita, itu lah yang saya nanti. Bukan drama mengenai sepasang kekasih yang tak bahagia. Sudahi saya dengan rasa sesal mu, maka saya melepas dengan rasa tak menentu.

Seandainya kamu tak datang terlambat, maka kita menyatu, tak melebur, tak tertidur.

Tulisan untuk Erdidik – dalam rangka iseng-iseng nulis bareng. Balasan nya bisa dibaca disini.

4 thoughts on “Hanya Soal Waktu Tentang Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s