Nulis Puisi

Kursi-kursi emas

Manusia berlari-lari mencari tempat duduk ternyaman
Kursi-kursi emas yang layak didapatkan
Jalur berbaris menjadi beberapa lajur
Beberapa berjalan santai melalui jalanan lurus yang minim cahaya
Beberapa lagi mengendap-endap melalui lorong gelap
Sedangkan yang lain,
Menggunakan angkutan dana agar cepat mendapat pena
Manusia haus, lapar, dan nafsu akan kursi emas
Anak sd tanpa problema, masuk dalam jaring perilaku manusia dewasa
Anak smp dan sma diajarkan bahwa membeli kursi emas adalah hal biasa
Mahasiswa dituntut masuk perguruan tinggi negeri, bahkan bapa ibu menjual lahan tani
Sarjana yang telah menghabiskan ratusan juta, luntang-lantung hanya menjadi pekerja
Bapa berdompet tebal dan ibu berdada besar bersaing dan berlatih
Berlatih menjadi diri yang santun dalam semalam
Berlatih berbicara mengenai negara dalam semalam
Berlatih pula, bagaimana memasuki lorong gelap tanpa diketahui batu-batu yang mendengar
Kita ini dididik menjadi pesulap
Berharap abrakadabra berakhir porak-poranda
Alih-alih membangun bangsa padahal membangun istana
Menampilkan dialog penting padahal cakap-cakap sinting
Ya beginilah
Manusia pengejar kursi emas

2 thoughts on “Kursi-kursi emas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s